Pasar mata uang kripto mencatat pergerakan harga yang fluktuatif pada hari Selasa, 2 Desember 2025, yang mencerminkan peningkatan kehati-hatian di kalangan investor.
Dua aset digital utama, Bitcoin (BTC) dan Solana (SOL), masih berada dalam fase menunggu dan mengamati setelah mengalami tekanan jual yang signifikan dalam sesi perdagangan baru-baru ini.
Kondisi pasar yang berfluktuasi dan selera risiko yang terkendali terus menggarisbawahi perlunya strategi investasi yang disiplin seiring para pelaku pasar menilai arah jangka pendek.
Bitcoin dan Solana Tertekan oleh Penjualan
Pengamatan lebih dekat terhadap lanskap kripto Desember 2025 menunjukkan bahwa Bitcoin telah memasuki fase kehati-hatian, yang didorong oleh beberapa faktor, termasuk pengetatan likuiditas pasar dan tekanan jual yang terus-menerus di dekat level harga yang lebih tinggi.
Pada saat penulisan ini, Bitcoin diperdagangkan dalam kisaran sekitar IDR 1.363.600.000 hingga IDR 1.406.870.000 per koin (sekitar US$86.300–US$89.100), berdasarkan asumsi nilai tukar IDR 15.800 per dolar AS.
Tantangan Bitcoin
Harga Bitcoin saat ini masih berada di bawah harga pokok investasi jangka pendek, yang diperkirakan sekitar IDR 1.652.888.000 (sekitar US$104.600).
– Level Resistensi Kuat : Kondisi ini menyoroti hambatan teknis yang signifikan, karena basis biaya pemegang jangka pendek sering berfungsi sebagai zona resistensi yang kuat selama periode pelemahan pasar.
– Risiko Volatilitas yang Meningkat : Bitcoin tetap rentan terhadap fluktuasi harga yang tajam, dengan beberapa prospek pasar menunjukkan kemungkinan pengujian ulang level support yang lebih rendah sebelum pemulihan harga yang lebih berkelanjutan dapat terbentuk.
– Permintaan ETF yang Lemah : Menurut laporan pasar, permintaan global untuk ETF Bitcoin spot tetap lesu, memperkuat sinyal bearish yang dapat terus membebani kinerja harga dalam jangka pendek.
Konsolidasi Solana
Sementara itu, Solana saat ini sedang menjalani fase konsolidasi setelah koreksi signifikan di awal siklus pasar.
– Tingkat Harga Saat Ini : Solana diperkirakan diperdagangkan sekitar IDR 2.064.744 per koin (sekitar US$130,68).
– Potensi Kenaikan : Proyeksi harga jangka pendek menunjukkan Solana mungkin akan terus bergerak dalam kisaran yang relatif stabil, meskipun sentimen pasar secara keseluruhan tetap berada di bawah tekanan akibat aktivitas penjualan yang berkelanjutan.
– Target Harga Akhir Tahun : Lebih spesifiknya, Solana diproyeksikan mendekati IDR 2.225.062 (sekitar US$140,89) pada akhir Desember, yang menandakan potensi pemulihan harga secara bertahap jika kondisi pasar secara keseluruhan membaik.
Faktor Pembatas dan Prospek Jangka Panjang
Desember 2025 secara luas dianggap sebagai periode kritis bagi Bitcoin dan Solana. Faktor eksternal seperti perkembangan regulasi, likuiditas pasar, dan sentimen investor secara keseluruhan diperkirakan akan memainkan peran penting dalam membentuk arah harga.
Hambatan Pasar
Faktor-faktor utama yang saat ini membatasi momentum kenaikan untuk kedua aset tersebut meliputi:
– Ketidakpastian regulasi yang berkelanjutan, khususnya di beberapa yurisdiksi utama.
– Dukungan kebijakan pemerintah yang masih lebih terfokus pada Bitcoin daripada aset digital alternatif lainnya.
– Volume perdagangan menurun, mencerminkan partisipasi dan sentimen pasar secara keseluruhan yang lebih lemah.
Prospek Ekosistem Solana
Terlepas dari tekanan harga jangka pendek, prospek jangka panjang Solana tetap positif, menurut banyak analis teknologi blockchain.
Solana terus menarik perhatian melalui:
– Pengembangan blockchain berkelanjutan yang menghasilkan throughput transaksi tinggi dan efisiensi jaringan.
– Ekosistemnya juga berkembang di berbagai sektor utama seperti keuangan terdesentralisasi (DeFi), token non-fungible (NFT), dan game berbasis blockchain.
Perkembangan ini memberikan dukungan jangka panjang bagi investor yang memprioritaskan fundamental teknologi, memposisikan Solana sebagai aset digital yang layak dipertimbangkan untuk diversifikasi portofolio.
Ringkasan Pasar
– Bitcoin diperdagangkan dalam kisaran IDR 1.363.600.000–1.406.870.000 (US$81.400–US$83.900), dengan potensi pengujian ulang level support yang lebih rendah.
– Saham Solana diperdagangkan di sekitar IDR 2.064.744 (US$123,27), terkonsolidasi dengan potensi kenaikan menuju IDR 2.225.062 (US$132,84) pada akhir Desember.
– Perkembangan regulasi, kondisi likuiditas, dan sentimen investor tetap menjadi pendorong utama bagi kedua aset tersebut.
+ There are no comments
Add yours